Ikan gabus, mungkin Anda belum pernah atau jarang mendengarnya, namun jika Anda melihatnya, mungkin Anda salah mengira ikan gabus dengan ikan lele, karena bentuknya yang mirip. Cuma, jika diperhatikan dengan lebih seksama, Anda akan melihat perbedaan antara ikan gabus dan lele, pada ikan gabus tidak terdapat patil yang memanjang di kepalanya, berbeda dengan lele, selain itu warnanya juga berbeda, ikan gabus memiliki warna kecoklatan dan corak pada tubuh bagian bawahnya.

Ikan gabus

Ikan gabus dalam bahasa lain

Ikan gabus juga dikenal oleh negara mancanegara, namun memiliki nama yang berbeda. Dalam bahasa Inggris, ikan ini memiliki beberapa nama, antara lain:

  • Snakehead murrel
  • Common snakehead
  • Striped snakehead
  • Aruan
  • Sementara, nama ilmiah dari ikan gabus yaitu Channa Striata.

Tempat tinggal ikan gabus

Lalu apakah ikan gabus merupakan ikan air laut? Bukan! Ikan gabus termasuk dalam jenis ikan air tawar, Anda dapat menemukan ikan gabus di daerah sungai, danau, rawa, bahkan saluran air di sawah, tetapi Anda tidak akan menemukannya di lautan.

Sekilas tentang ikan gabus

ikan gabus ini menjadi terkenal bahkan di negara Amerika, karena ikan ini termasuk ke dalam jenis ikan predator (pemakan daging atau karnivora), dan banyak ditemukan di negara Amerika juga, selain Indonesia. Yang unik dari ikan gabus adalah ikan ini sama seperti lele, mereka mampu tumbuh dewasa dan menjadi berukuran raksasa, lebih dari 1 meter juga ikan ini dapat hidup pada kolam yang kadar oksigen pada airnya sangat rendah, bahkan air kolam yang hampir kering. Ikan gabus dapat bernafas di luar air, dan bergerak cepat di daratan. Namun, walaupun termasuk ke dalam kelas karnivora, ikan gabus tidak memakan anak anjing atau pemakan bayi manusia, melainkan ikan kecil lainnya. Namun, karena ikan gabus merupakan ikan yang bersifat mengambil teritori ikan lain yang bukan daerahnya, ikan gabus ini cenderung dapat mengganggu ekosistem sebuah sungai atau danau di suatu tempat.

Pada saat musim kawin tiba, ikan gabus jantan dan betina akan bekerjasama mempersiapkan sarang yang biasanya bertempat di antara tumbuhan, dan dekat dengan tepi air. Ikan gabus kemudian akan melahirkan anak-anaknya, anak ikan gabus memiliki warna jingga merah dan bergaris hitam, kemudian akan berenang di dalam kelompok juga bergerak bersama dalam mencari makanan. Kelompok anak ikan gabus ini dijaga oleh induknya, tidak seperti jenis ikan lain, yang sudah melahirkan telur-telur ikan kecil, kemudian ditinggal.

Manfaat ikan gabus

Ikan gabus memiliki beberapa manfaat, dan sudah diolah oleh masyarakat lokal dari daerah Kalimantan dan Sumatra, mereka mengolah ikan gabus dengan cara diasinkan, dan diperdagangkan ke pulau lainnya. Untuk Anda ketahui, ternyata asinan ikan gabus yang dijual tersebut harganya cukup tinggi dan bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat. Bahkan, beberapa ikan gabus juga dijual dengan keadaan hidup-hidup, karena ikan gabus dapat menjadi sumber protein khususnya bagi masyarakat desa, selain ayam tentunya. Apalagi, masyarakat desa yang tinggal di daerah sekitar sungai dan rawa, otomatis mereka sudah pasti mengenal ikan gabus ini dan memanfaatkannya.

Bahkan, karena kandungan protein dari ikan gabus yang tinggi, dipercaya juga bisa dimanfaatkan untuk menambah berat badan orang-orang yang terinfeksi oleh virus HIV atau AIDS (ODHA).

Sekian informasi tentang ikan gabus: sudahkah anda mengenalnya? Semoga bermanfaat.